> SATU HATI UNTUK PAPUA: MAHASISWA PAPUA HARUS MENJELMA

Blog Archive

Calendar

free counters

free counters

free counter

Minggu, 20 Maret 2011

MAHASISWA PAPUA HARUS MENJELMA

PENGUATAN INDIVIDU
Mahasiswa papua harus membanyakan suatu proses penguatan individu yang ada di papua. Agar semakin banyak orang asli papua yang mengelolah sumber daya alamnya?
MAHASISWA PAPUA HARUS MENJELMA
Dalam bidang pendidikan mahasiswa papua harus menjelma menjadi proyek pencipta kelas baru terdidik yang kualitas minimal standar nasional di Indonesia?

SIAP UNTUK BERSAING


Dalam bidang ekonomi sosial masyaraka mahsiswa harus memberian pelatihan dan pendidikan yang membangun masyarakat papua yang siap untuk bersaing dengan pasar global?

MENJADI JEMBATAN UNTUK MASRAKAT

Ada program pemerintah tentang pembinan yang akan di turungkan oleh pemerintah dan hal itu yang harus di jadikan mahasiwa sebagai jembatan untuk mempersiapkan masyarakat papua yang siap bersaing secara mandiri demi meningkatkan kesejahtraan orang asli papua?

PRADIKMA BARU PEMBAGUNAN PAPUA

Pradikma baru pembangunan papua di btuhkan sebagai proses sosial untuk memperkuat kebijakan pembanguanan orang asli papua sehingga setara dengan warga Negara Indonesia lainya. Program pembangunan harus mampu meningkatkan ordinasi kebutuhan hak hak dasar orang papua dalam kualitas pendidikan ,kesehatan dan kemakmuran ekonomi.

KEMAMPUAN ORANG ASLI PAPUA
Dalam proses pembangunan sumber daya alam dan kemampuan orang asli papua di tingkatkan kaualitasnya sehingga orang papua merasa memiliki dan menjadi bagian subyek pembanguan dan perubahan social di papua. Maka dengan demikian Indonesia dan indinesiaan mampu hadir dalam pelayanan pablik dan kenyataan-kenyataan sosial yang secara berlahan membuat orang papua merasa nyaman dan bangga menjadi bagian dari Negara Indonesia.
EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM
Pembangunan ekonomi nasional di papua bertumpuk pada eksploitasi sumber daya alam. Kegiatan eksploitasi ini di nilai telah di mengabaikan tungtutan dan hak hak orang asli papua di atas tanah leluhur mereka . Pengebalian alih lahan tersebut menjadi sumber komflik dan perlawanan terhadap perusahaan dan pemerintas di dalam konflik tersebut aparat keamanan negera ( baca TNI dan Polisi ) jelas melingdungi kepengtingan perusahaan atau pemerintah.

SECARA SISTEMATIK
Pembangunan ekonomi dalam bentuk esplotasi sumber daya alam ,penciptaan pasar dan kegiatan usaha lainnya tidak di dahului oleh kebijakan yang secara sistematik ,mempersiapkan orang asli papua untuk berpatisipasi dan bersaing untuk mempertahankan hidupnya. Di karnakan arternatif konkrik dari pemerintah lokal sangat minim terhadap orang asli papua . Akibatnya pembanguna dan peluang ekonomi yang tercipta bagi orang no-papua” maka penduduk lokal papua dalam ekploitasi sumber daya alam dan dominasi pendatang menjadi pemicu tuntutan papua merdeka.
PERSETASE PENDATANG DI PAPUA
Sejumlah masalah di papua dalam eksitensinya sebagai bagian dari Indonesia ; pertama secara kualitas orang asli papua menghadapi perubahan pembangunan pada tahun 1959 persetase pendatan masih kurang dari 2% menjadi 4% pada tahun 1971 menjadi 35 % pada tahun 2000 sampai 2005 di perkirakan penduduk pendatang menjadi 41 % dan melonjak 53,3 % 2011 dan tahun tahun berikutnya pneduduk asli papua akan menjadi minoritas. Maka kebebasan bersuara seperti berpolitik akan melemah bagi orang asli papua” di karenakan oleh suara mereka lebih kecil dari pada pendatang dalam pemilihan umum atau pilkada bias di pastikan , pada pilkada pilkada sekarang sudah ada bupati atau wakil walikota itu orang pendatang dan berhasil mengeserkan orang asli papua yang ikut dalam pilkada itu.
BERIKAN KESEMPATAN
Berikan kesempatan untuk kami anak negeri agar bisa berkompotensi di bidang yang kami miliki

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


ShoutMix chat widget

FEEDJIT Live Traffic Feed

FEEDJIT Live Traffic Feed

Blog Archive

Pengikut

APSAN

A
nak
P
apua
S
etia
A
kan
N
egrinya

Cari Blog Ini

APSAN

AANAK
PPAPUA
SSETIA
AAKAN
NNEGERINYA

PAPUA-SATU

Entri Populer

wibiya widget


ko kabr

Follow by Email